Senin, 12 Januari 2015

Makalah suspensi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Dizaman  era modern sekarang ini sudah banyak bentuk sediaan obat yang di jumpai di pasaran,bentuk sediaanya antara lain:dalam bentuk sediaan padat contohnya piil,tablet,kapsul,supposutoria.Dalam bentuk sediaan setengah padat contohnya krim,salep.Sedangkan dalam bentuk sediaan cair adalah sirup,elixir,suspensi,emulsi dan sebagainya.Dalam praktikum kalin ini khusunya membahas tentang suspensi.Suspensi merupakan salah satu contoh sediaan cairyang secara umum dapat di artikan sebagai suatu system dispers kasar yang terdiri atas bahan padat tidak larut tetapi terdispers merata kedalam pembawanya.Alasan bahan obat di formulasikan dalam bentuk sediaan suspensi yatu bahan obat mempunyai kelarutan yang kecil atau tidak larut dalam tetapi diperlukan dalam bentuk sediaan cair,mudah diberikan pada pasien yang sukar menelan obatndapat diberikan pada anak-anak.Alasan sediaan suspensi dapat diterima oleh para konsumen dikarenakan penampilan baik dari segi warna,ataupun bentuk wadahnya.penggunaan sediaan suspensi jika dibandingkan dengan bentuk larutan lebih efisien karena suspensi dapat mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air.
            Demikian sangat penting bagi kita sebagai tenaga farmasis untuk mengetahui dan mempelajari pembuatan bentuk sediaan suspensi yang sesuai dengan syarat suspensi yang ideal.


B.     Tujuan
1.    Untuk mengetahui cara pembuatan suspense yang baik sesuai dengan persyarat suspensi.
2.      Untuk melakukan evaluasi pada sediaan suspense
3.      Dapat mengetahui cara pemilihan bahan yang baik
4.      Untuk mengetahui karakteristik bahan aktif dan pendukung dari sediaan suspensi





C.    Mamfaat
1.      Dapat mengetahui karakteristik bahan aktif dan pendukung dari sediaan suspensi
2.      Dapat melakukan evaluasi pada sediaan suspense
3.      Dapat mengetahui cara pemilihan bahan yang baik
4.      Dapat mengetahui cara pembuatan suspense yang baik sesuai dengan persyarat suspensi




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian
1.      Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,terdispersi dalam cairan pembawa (Imo hal 159)
2.      Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdispersi kedalam fase cair.  (Ilmu resep syamsuni hal 135)
3.      Suspensi adalah sediaaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut tang terdisfersi dalam fase cair (FI IV hal 17)
4.      Suspensi adalag sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,terdisfersi dalam cairan pembawa (FI III hal 32)
5.      Suspensi adalah adalah sediaan cair yang mengandung obat padat,tidak melarut dan terdisfersikan sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk serbuk sangat halus,dengan atau tampa zat tambahan,yang akan terdisfersikan sempurna dalam cairan pembawa yang di tetapkan. (Formularium nasional hal 333)

B.     Suspensi di bedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
·         Suspensi oral
Adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdisfersi dalam fase cair dengan bahan pengaroma yang sesuai ditunjukkan untuk penggunaan oral.
·         Suspensi topikal
Adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdisfersi dalam pembawa cair yang di tunjukkan untuk penggunaan pada kulit.
·         Suspensi tetes telinga
Adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikel halus yang ditunjukkan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.
                                                                        (Ilmu resep syamsuni hal 135)


C.     Syarat Suatu sediaan suspensi yang baik harus memenuhi syarat, yaitu :
1.      Stabil dan homogen.
2.      Bahan padat yang tidak larut dalam pembawa mempunyai ukuran partikel yang kecil dan sama besar(seragam).
3.      Tidak boleh cepat mengendap.
4.      Partikel-partikel yang mengendap tidak boleh menjadi massa yang keras dan harus dapat disuspensikan kembali dengan sedikit pengocokan.
5.      Tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair untuk mempermudah saat penuangan.
Syarat khusus suspensi FI IV
1.      Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara iv dan intratekal
2.      Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan dengan cara tertentu harus mengandung zat antimikroba.
3.      Suspensi harus dikocok sebelum digunakan
4.      Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

D.    Keuntungan dan Kerugian
Keuntugan sediaan suspensi antara lain sebagai berikut :
·      Bahan obat tidak larut dapat bekerja sebagai depo, yang dapat memperlambat terlepasnya obat.
·      Beberapa bahan obat tidak stabil jika tersedia dalam bentuk larutan. Obat dalam sediaan suspensi rasanya lebih enak dibandingkan dalam larutan, karena rasa obat yang tergantung kelarutannya.
Kerugian bentuk suspensi antara lain sebagai berikut :
·      Rasa obat dalam larutan lebih jelas.
·      Tidak praktis bila dibandingkan dalam bentuk sediaan lain, misalnya pulveres, tablet, dan kapsul.
·      Rentan terhadap degradasi dan kemungkinan terjadinya reaksi kimia antar kandungan dalam larutan di mana terdapat air sebagai katalisator

E.     Komponen
Komponen sediaan suspensi yaitu :
1.    Bahan Berkhasiat
Bahan berkhasiat merupakan bahan yang mampu memberikan efek terapi, pada suspensi disebut fase terdispersi, bahan ini mempunyai kelarutan yang tidak larut di dalam pendispersi
2.    Bahan Tambahan
·         Bahan Pensuspensi atau Suspending Agent
Bahan pensuspensi yaitu bahan tambahan yang berfungsi mendispersikan partikel tidak larut dalam pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan sedimentasi diperlambat.
·         Bahan Pembasah
Fungsi : menurunkan tegangan permukaan bahan dengan air (sudut kontak) dan meningkatkan dispersi bahan yang tidak larut
Bahan pembasah yang biasa digunakan adalah: surfaktan yang dapat memperkecil sudut kontak antara partikel zat padat dan larutan pembawa. 
·         Pemanis
Pemanis berfungsi untuk memperbaiki rasa pada suatu sediaan.

·      Pengawet
Pengawet berfungsi untuk mencegah terjadinya pertumbuhan mikroba dalam sediaan sehingga dapat menstabilkan sediaan dalam masa penyimpanan yang lama.
·      Pewarna dan Pewangi
Bahan pewarna dan pewangi harus sesuai dengan rasa sediaan. Contoh pewarna adalah carmin dan caramel, dan contoh pewangi adalah Oleum Menthae, Oleum Citrii.
·      Bahan Pembawa
Sebagai bahan pembawa untuk suspensi adalah air dan minyak.

·         Pendapar
            fungsinya untuk mengatur pH, memperbesar potensial pengawet, meningkatkan kelarutan.
·      Acidifier
               fungsinya untuk mengatur pH, memperbesar potensial pengawet, meningkatkan kelarutan.

F.     Stabilitas Suspensi
·       Pemeriksaan organoleptis
                        Organoleptik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kualitas suatu bahan atau produk menggunakan panca indra manusia. Jadi dalam hal ini aspek yang diuji dapat berupa warna, rasa, bau, dan tekstur. Organoleptik merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menganalisis kualitas dan mutu produk.
·      Pemeriksaan homogenitas
                        Bertujuan untuk melihat dan mengetahui tercampurnya bahan-bahan sediaan zat aktif dan zat tambahan.
·         Ukuran Partikel
Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antar luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya. Pada umumnya sediaan farmasi yang baik, diameter partikel suspense berkisar antara 1-50 mikron.

·         Kekentalan / Viskositas
Kekentalan adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam kondisi mapan tertentu bila ruang di antara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang ditentukan kekentalannya.

·         Jumlah Partikel / Konsentrasi
Apabila di dalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.
·         Sifat / Muatan Partikel
Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alami, maka kita tidak dapat mempengruhi. Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer, homogeniser, colloid mill dan mortir. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi), umumnya besifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid).






BAB III
METODE PENILITIAN

RESEP 1:
SUSPENSI TOPICAL
Lotio Calamin(obat gatal biang keringat)
Formula standar FMS hal 103
R/ Calamin                              10
                 Zinci oxyd                          3
                 Glycerin                             5 cc
     Aq. Rosarium         ad        100 cc

                       
dr. Sari
Alamat praktek: jl  arut no 11 malang
Telp : 0341-756-789
Jam praktek : pagi 09.00 – 12.00
SIP:345890

                                         Tanggal :24-september 2014

R/          Calamin                             6
                  Zinci oxyd                         3
                  Glycerin                            3
                   PGA                                 5%
        Aq. Rosarium      ad       60 cc
                                   
                                     S.U.E

parafdokter
pro      : juju
umur   : 30 th
alamat  :jl. aikmel no. 7

















Alasan pemilihan bahan
·      Calamin karena mempunyai khasiat sebagai antiseptikum sehingga efektif untuk pengobatan gatal-gatal yang disebabkan biang keringat, serta memberikan rasa yang sejuk pada kulit sehingga memberikan rasa nyaman saat digunakan.
·      Zinci oxyd karena mempunyai khasiat sebagai antiseptikum sehingga efektif untuk pengobatan gatal-gatal yang disebabkan biang keringat.
·      Glycerin digunakan sebagai bahan tambahan untuk pembasah Zinci oxyd.
·      PGA sebagai suspending agent karena calamin dan zinci oxyd tidak larut dalam cairan pembawanya (Aqua Rosae).
·      Aqua rosae digunakan sebagai bahan pembawa, karena memiliki bau yang menarik atau enak untuk pemakaian kulit.

Monografi bahan
            Calamin (FI edisi III hal 119)
Pemerian         : Serbuk halus, merah jambu, tidak berbau, praktis tidak berasa.
                        Kelarutan        : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam asam mineral.
                        Khasiat            : Antiseptikum ekstern dan sebagai zat utama
                        Kadar              : 15% untuk lotion (merck indeks hal 189)

            Zinci oxyd (FI edisi III hal 636)
Pemerian           : serbuk amor, sangat halus, putih atau putih kekuningan, tidak berbau, tidak berasa.
Kelarutan          : Praktis tidak larut dalam air dan etanol (95%), larut dalam asam mineral encer dan larutan alkali hidroksida.
Khasiat              : Antiseptikum lokal dan sebagai zat aktif pendukung
Kadar                : zinci oxyd dalam lotion adalah 20% (merck indeks hal 1116)

            Glycerin (FI edisi III hal 271)
Pemerian              : cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, mais diikuti rasa hangat, higroskopik.
Kelarutan             : dapat campur dengan air, dan dengan etanol (95%), praktis tidak larut dalam klorofom, dalam eter, dan dalam minyak lemak.
Khasiat                : zat tambahan yang digunakan sebagai pembasah
Kadar                  : sebagai zat pembasah < 30 % (Handbook of pharmaceutical hal 283)
            PGA
Pemerian              : Serbuk hablur putih, bahan ini diperoleh dari eksudat kering tanaman akasiasp.
Kelarutan             : Mudah larut dalam air (1 g dalam 2,7 g air) menghasilkan larutan yang kental dan tembus cahaya (jernih), praktis tidak larut dalam etanol 95% P, klorofom, eter, gliserol, dan propilenglikol.
Khasiat                : sebagai bahan tambahan (suspending agent dan pengental)
Kadar                  :Suspending agent 2 % dengan menambahkan air sebanyak 1,5 kali beratnya (Vanduin hal 58)
            Aqua Rosae (Ph V hal 105)
                        Pemerian         : Zat cair jernih

A.    Perhitungan bahan
            Calamine             x 60                     =          6 g
            Zink oxyd           x 60                     =          3 g
            Glycerin              x 60                     =          3 cc
PGA                   x 60                      =          1.2 g
Air PGA          1 x 1.2                        =          2.7 ml 
Aqua rosae      60 – (6+3+3+1,2+2.7) =         60- 15.9
                                                            =            44.1 ml(Ph 5 hal 58)
B.     Cara kerja
Pembuatan aqua rosae (Pharmacope V  hal 105)
1.      Larutkan 1 tetes minyak mawar dalam 19 tetes spiritus keras aduk sampai larut
2.      Setelah tercampur saring dengan kertas saring
3.      Diambil 4 tetes dari larutan yang didapat
4.      Tambahkan 996 tetes air, 1 tetes = 0,05 ml
Untuk 996 tetes = 49,8 ml
5.      Saring larutan dengan kertas saring  bagian diganti dgn tetes
Pembuatan lotio calamine
1.      Di setarakan timbangan
2.      Disiapkan alat dan bahan
3.      Pembuatan mucillago               mortir 1
ü  Diambil PGA, lalu timbang sebanyak  1,2 g.
ü  Masukkan PGA ke dalam mortir.
ü  Disiapkan air panas sabanyak 2,7 ml, lalu masukkan ke dalam mortir.
ü  Tunggu hingga permukaan agak padat.
ü  Setelah padat gerus kuat dengan cepat searah jarum jam, sampai terbentuk lendir.
      4. Diayak zinci oxyd dengan ayakan no.100, lalu timbang sebanyak 3 g   masukkan  mortir 2
      5. Ditara botol timbang
      6. Diambil glycerin, lalu  timbang dengan botol timbang sebanyak 3 g. Masukkan ke    dalam mortir
      7. Gerus glycerin + zinci oxyd sampai zinci oxyd terbasahi.
      9. Ditimbang calamine sebanyak 6 g. Lalu masukkan ke dalam mortir, aduk ad terbasahi.
      8. Dicampur zinci oxyd dan calamine yang sudah dibasahi ke dalam mucilago lalu gerus.
      10. Diaduk ad homogen.
      11. Diukur aqua rosarium sebanyak 33ml. Masukkan ke dalam mortir sedikit demi sedikit sambil diaduk.
     12. Dimasukkan ke dalam Botol, tutup rapat
      13. Diberi etiket biru dan kocok dahulu.
Penandaan
APOTEK PANDAAN FARMA
JL. LUKMAN HAKIM  NO. 1 PANDAAN
TELP. (0343)638091

APA: MEDINA I.D                         SIK : 041315
NO.R/                                                      TGL :



OBAT LUAR

Kocok dahulu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar